Dear diriku sendiri,
Bagaimana kabarmu hari ini? Aku
tau tak ada hari yang benar-benar baik untuk mu
Maaf sering membuat mu lelah
dengan tingkah ku
Dear diriku sendiri
Apa yang selama ini kau lakukan ?
Kebaikan apa saja yang kau perbuat selama 18 tahun hidupmu?
Seberapa sering kau menjadi
munafik? Bahkan kepada orang-orang yang menyayangi mu. Seberapa sering kau
ragu? Bahkan pada yang menciptakanmu. Dan seberapa sering kau tak mempercayai
ku?
Aku tau kau mempunyai mimpi yang
luar biasa besar, Aku tau kau mempunyai kemampuan, Aku tau kau bisa saja
mewujudkannya, Tapi aku juga tau kau tidak mempunyai banyak kepercayaan diri
jadi, apa mau mu sesungguhnya???
Aku tau kau memiliki niat, aku
tau kau sudah melihat jalannya, hanya saja kau terlalu malas untuk percaya. Kau
terlalu malas untuk berusaha!
Kenapa kau sangat suka bergelung
pada kebodohan yang kamu tau itu tak ada gunaya untuk hidupmu. Sangat suka
terbawa arus oleh zona nyaman tapi tak membuat tenang.
Dear diriku sendiri,
Aku mohon berdirilah, bangkitlah,
cari kesungguhanmu, cari niat agung mu yang terlalu lama hilang oleh
ketidakyakinan, mari kita saling menguatkan dan saling mengingatkan bahwa tak
ada yang tak mungkin apabila kau berusaha dekat dengan pemilik ketenanganmu.
Mari bersama kita memulai dari
awal, memulai berkenalan dengan pemilikmu, memulai menaati pemilikmu, memulai
membuat senang pemilikmu agar kau bisa menemukan kembali mimpi luar biasa mu, besarnya
kesungguhanmu,
Mari bersama kita lupakan dan
jadikan memori hitam. untuk hal-hal bodoh yang terlalu lama kau geluti, untuk
pemikiran sempit yang membuat fantasimu terjepit, untuk kepengecutan mu.
Jadikan ini titik balik mu!
Jadikan ini awal mu yang baru! Jadikan ini sebagai sampul terbaru mu!
Dear diriku sendiri
Senyumlah! Percayalah! Dunia bisa
seindah surga ketika kau mempercayainya!
Peluk
hangat
Dari
aku yang juga dirimu
