Senin, 09 Maret 2015

untuk MU yang juga untuk KU

Dear diriku sendiri,

Bagaimana kabarmu hari ini? Aku tau tak ada hari yang benar-benar baik untuk mu
Maaf sering membuat mu lelah dengan tingkah ku

Dear diriku sendiri

Apa yang selama ini kau lakukan ? Kebaikan apa saja yang kau perbuat selama 18 tahun hidupmu?

Seberapa sering kau menjadi munafik? Bahkan kepada orang-orang yang menyayangi mu. Seberapa sering kau ragu? Bahkan pada yang menciptakanmu. Dan seberapa sering kau tak mempercayai ku?

Aku tau kau mempunyai mimpi yang luar biasa besar, Aku tau kau mempunyai kemampuan, Aku tau kau bisa saja mewujudkannya, Tapi aku juga tau kau tidak mempunyai banyak kepercayaan diri

jadi, apa mau mu sesungguhnya???

Aku tau kau memiliki niat, aku tau kau sudah melihat jalannya, hanya saja kau terlalu malas untuk percaya. Kau terlalu malas untuk berusaha!
Kenapa kau sangat suka bergelung pada kebodohan yang kamu tau itu tak ada gunaya untuk hidupmu. Sangat suka terbawa arus oleh zona nyaman tapi tak membuat tenang.

Dear diriku sendiri,

Aku mohon berdirilah, bangkitlah, cari kesungguhanmu, cari niat agung mu yang terlalu lama hilang oleh ketidakyakinan, mari kita saling menguatkan dan saling mengingatkan bahwa tak ada yang tak mungkin apabila kau berusaha dekat dengan pemilik ketenanganmu.

Mari bersama kita memulai dari awal, memulai berkenalan dengan pemilikmu, memulai menaati pemilikmu, memulai membuat senang pemilikmu agar kau bisa menemukan kembali mimpi luar biasa mu, besarnya kesungguhanmu,

Mari bersama kita lupakan dan jadikan memori hitam. untuk hal-hal bodoh yang terlalu lama kau geluti, untuk pemikiran sempit yang membuat fantasimu terjepit, untuk kepengecutan mu.

Jadikan ini titik balik mu! Jadikan ini awal mu yang baru! Jadikan ini sebagai sampul terbaru mu!

Dear diriku sendiri

Senyumlah! Percayalah! Dunia bisa seindah surga ketika kau mempercayainya!


                                                                                      Peluk hangat




                                                                             Dari aku yang juga dirimu  

Senin, 12 Januari 2015

MALU SEORANG MUSLIMAH



Malu Seorang Muslimah

Seorang wanita yang mempunyai sifat malu akan menjaga dirinya sebaik mungkin. Menjaga kehormatan dan maruah diri, menjaga penampilan, menjaga pergaulan dan peribadinya. Kerana sifat malu adalah perasaan yang dapat membenteng seseorang daripada melakukan perkara yang dapat menghancurkan dan memusnahkan maruah diri dan agamanya.

Dimana Malumu?

Malu memang sifat seorang perempuan, sifat seorang wanita. Tapi bukan semua wanita punyai sifat malu.Ramai dikalangan wanita sudah hilang malu dalam dirinya. Mereka sudah tidak malu 'menelanjangkan' diri walaupun berpakaian. Melalui laman sosial facebook contohnya, wanita sengaja mendedahkan gambar-gambarnya yang tidak menutup aurat, berposing maut dan sebagainya. Melalui pemakaian pula, mereka memakai pakaian seksi, ketat dan menampakkan tubuh badan. Dan bukankah ini boleh dikatakan 'membogelkan diri'? "Malumu mahkota yang tak perlukan singgahsana
Tetapi ia berkuasa menjaga diri dan agama
Tiada siapa yang akan boleh merampasnya
Melainkan kau sendiri yang pergi menyerahkan diri"
-Puteriku Sayang nyanyian Hijjaz-

Wahai saudari, ingatlah kamu diperhatikan hakikatnya.
Diperhatikan oleh Allah dan para malaikat untuk dinilai buat tuaian ladang akhirat.
Diperhatikan oleh manusia untuk dicontohi. Diperhatikan juga oleh musuh untuk dipergunakan.

Kerana malu itu perisai orang beriman!
Saudari, malu adalah kunci segala kebaikan. Maka, tanamlah sifat malu itu dalam dirimu. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: "Malu dan amanah adalah perkara yang mula-mula sekali hilang dari dunia ini, sebab itu mintalah dengan Allah untuk kedua-duanya" [Riwayat Bukhari]


@insta_dakwah